Archive for the ‘Lae Togar’ Category

Untung Bukan Senin

Posted: October 5, 2011 in Lae Togar
Tags:

Seorang suami yang memergoki istrinya sedang menyeleweng dengan laki-laki yang tak dikenalkannya, sepontan membunuh keduanya.
Peristiwa ini terjadi di hari selasa minggu lalu. Bulan berikutnya, si suami disidangkan dengan tuntutan maksimal hukuman mati.
Berita itu karuan saja menjadi topik pembicaraan di kalangan tetangga-tetangganya. Apa lagi pasangan suami-istri itu belum di karuniai anak.
Dalam obrolan yang ramai di warung kopi siang itu, tiba-tiba Lae Togar, seorang pemuda tampan yang menjadi salah satu tetangga dekat pasangan suami-istri itu, berkata dengan nada lega: “untunglah kawan kawan-kawan peristiwa itu tidak terjadi hari SENIN…”
“lha, kalau hari Senin emangnya kenapa, Lae?”
“karena tiap hari Senin giliranku menjumpai istrinya…!”

Posmetro : Rabu, 5 Oktober 2011

Advertisements

Atasan Yang Pinter

Posted: October 4, 2011 in Lae Togar
Tags:

Suatu pagi, Lae Togar, seorang pegawai sebuah perusahaan swasta, menghadap atasannya yang pelit, otoriter, dan cerdas, untuk menyampaikan segala uneg-unegnya. Tujuannya satu: meminta kenaikan gaji.
Mendengar uneg-uneg Lae Togar, atasannya tertawa, mempersilahkan Lae Togar duduk dan berkata: “ha…ha…ha…, dengar kawan, anda itu bahkan belum bekerja untuk perusahaan ini meskipun satu hari! Masa sekarang mau minta naik gaji?”
Tentu Lar Togar sangat terkejut mendengat hal itu. Namun atasannya segera meneruskan.
Atasan: “coba katakan, ada berapa hari dalam setahun?”
Lae Togar: “365 hari dan kadang-kadang 366 hari.”
Atasan: “betul, sekarang ada berapa jam dalam sehari?”
Lae Togar: “24jam”
Atasan: “berapa jam kamu bekerja dalam sehari?”
Lae Togar: ” dari jam 08.00 sampai jam 16.00 jadi 8 jam sehari”
Atasan: “jadi, berapa bagian dari harimu yang kau pakai bekerja?”
Lae Togar: “(mulai ngitung dalam hati.. 8/24 jam=1/3 hari) sepertiga!”
A: “wah pinter kamu! Sekarang berapakah 1/3 dari 366 hari?”
Lae Togar: “122 (1/3×366=122 hari)”
A: “apakah kamu bekerja pada hari sabtu dan minggu?”
Lae Togar: “tidak, pak!”
A: “berapa jumlah hari sabtu dan minghu dalam setahun?”
Lae Togar: “52 hari sabtu di tambah 52 hari minggu = 104 hari”
A: “nah, kalau kamu kurangkan 104 hari dari 122 hari, berapa yang tinggal?”
Lae Togar: “18 hari”
A: “nah,saya sudah kasih kamu 12 hari cuti tiap tahun. Sekarang kurangkan 12 hari dari 18 hari yang tersisa itu, berapa hari tinggal?”
Lae Togar: “6 hari”
A: “di hari Idul Fitri dan Idul Adha apa kamu bekerja?”
Lae Togar: “tidak, pak!”
A: “jadi sekarang berapa hari tersisa?”
Lae Togar : “4 hari”
A : “di Hari Natal dan Tahun Baru apakah kamu bekerja?”
Lae Togar : “tidak, pak!”
A: “jadi sekarang berapa hari tersisa?”
Lae Togar : “2 hari”
A: “sekarang sisa tersebut kurangi dengan libur Waisak, Imlek, Nyepi 1 Muharram, Maulid Nabi, Isra’ mikraj, Wafat Yesus, Kenaikan Isa Almasih, Proklamasi, berapa hari tersisa?”
Lae Togar :”??? Gak ada sisa, pak”
A: “jadi sekarang anda mau menuntut apa?”

Posmetro: 4 Oktober 2011

Demi Sahabat

Posted: October 2, 2011 in Lae Togar
Tags:

Dengan gayanya, Lae Togar menunjukkan halaman belakang rumahnya yang memiliki tiga kolam renang ke calon mertuanya.
“Kenapa kamu sampai memiliki tiga kolam renang?” tanya calon mertuanya.
“Sederhana saja, kolam pertama airnya hangat dan kolam kedua airnya dingin.” jelas Lae Togar.
“Lalu kolam yang ketiga itu tidak ada airnya?” tanya calon mertua penasaran.
“Saya harus adil pada sahabatku, jadi kolam itu saya buat khusus untuk temen-temenku yang tidak berenang.”

Posmetro: Minggu, 2 Oktober 2011

Sok Gaul

Posted: October 1, 2011 in Lae Togar
Tags:

Lae Togar baru saja menjual warisannya sebesar Rp 200 juta. Nah, dari kampung, dia lalu memutuskan berlibur ke kota dan menginap di hotel mewah. Kemudian masuk Hotel bintang 5 dan pesan 1 kamar.
Usai memesan kamar yang diinginkan, Lae Togar diantar pegawai hotel yang membawa kopernya menuju kamarnya. Setelah pintu tertutup, Lae Togar kaget dan marah-marah ke pegawai hotel tersebut.
Lae Togar: “Hei anak muda!! Aku memang dari kampung, tapi jangan dikira aku gak bisa bayar sewa kamar hotel mewah ini ya!!! Ini bukan kamar yang aku pesan. Kamar ini sempit tak ada tv, tempat tidur dan kamar mandi…”
Pegawai: “Maaf Pak… Kita masih di dalam lift”

Posmetro: Sabtu, 1 Oktober 2011

Setidaknya Seri

Posted: September 30, 2011 in Lae Togar
Tags:

Dua sobat, Lae Togar dan Jhon Koplo tengah duduk santai di kedai kaki lima depan terminal Amplas. Setelah berbincang soal ternak ayam sampai pembahasan kapan Bandara Kualanamu selesai, Jhon Koplo bertanya pada Lae Togar.
“Lae, ini seandainya ya, tapi jangan kau pikir serius kali.” kata Jhon Koplo.
“Seandainya aku diam-diam datang kerumahmu waktu kau nggak di rumah, trus aku tidur sama istrimu, apa itu akan membuat kita jadi kerabat dekat?” sambung Jhon Koplo.
Lae Togar mulai kelihatan berfikir serius sambil menggaruk-garuk kepalanya, lalu menjawab, “Kayaknha nggak bakal, tapi yang pasti itu membuat lita jadi seri.”
Jhon Koplo: Hahhhhhhh…!!!!!

Posmetro: Jumat 30 September 2011

Barang Paling Berharga

Posted: September 30, 2011 in Lae Togar
Tags:

Lae Togar diajukan ke pengadilan, karena terbukti membawa lari sepeda motor Tiur, teman kencannya.
Inilah kutipan pembelaan Lae Togar di pengadilan:
“saya tidak mencuri motor itu Pak Hakim. Gadis itu sudah memberikannya ikhlas.” kata Lae Togar dengan wajah melas.
Dia melanjutkan: “Kami berkenalan, kemudian semakin akrab, lalu berjalan-jalan pakai sepeda motornya ke taman yang sepi.”
“Kemudian setelah kami parkir motor, gadis itu berbisik di telingaku: ‘Ambilah milikku yang paling berharga’, sambil dia membuka pakainnya, terus lari masuk ke semak-semak.”
“Aku pikir, dari pada baju dan celananya, kurasa lebih berharga sepeda motornya. Iya kan Pak Hakim…?!”

Posmetro: Kamis, 29 September 2011